[QUO VADIS PAJAK DIGITAL INDONESIA]

Rabu, tanggal 18 November 2020

Program Studi Akuntansi Universitas Mahasaraswati Denpasar bekerjasama dengan Universitas Kristen Indonesia Paulus Makasar menyelenggarakan webinar dengan tema “Quo Vadis Pajak Digital Indonesia” sebagai bentuk dari realisasi MOU diantara kedua belah pihak. Peserta webinar adalah Dosen dan Mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar dan Ukipaulus serta Dosen dan Mahasiswa umum sejumlah 396 peserta.

Digitalisasi pajak mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak karena era digitalisasi saat ini sangat mempermudah wajib pajak baik dalam pengisian dan pelaporan pajak seperti e-faktur, e-bupot yang memerlukan waktu yang relative singkat. Perkembangan digital Indonesia mulai berkembang karena berjamurnya startup, rontoknya bisnis perusahaan retail multinasional di Indonesia dan meningkatnya belanja online dari masyarakat Indonesia. Sejauh mana pelaksanaan pajak digital di Indonesia? Indonesia baru di tahun 2020 mulai mengimplementasikan pajak digital ini. Peluang implementasi pajak digital di Indonesia sangat besar karena adanya potensi Indonesia dengan penduduk mencapai 250 juta jiwa dan nilai PDB terbesar di Asia Tenggara. Selain itu adanya perkembangan yang pesat dari perusahaan startup dan ditambah pula dengan adanya Pandemi Covid-19. Kegiatan webinar hari ini dapat di akses pada youtube: akuntansi unmas official.