04 November 2026
Komitmen Universitas Mahasaraswati Denpasar dalam mewujudkan Kampus Berdampak terus diwujudkan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kali ini, sebanyak 17 mahasiswa Unmas Denpasar mengambil bagian dalam Program Mahasiswa Berdampak (AKSARA) dengan melaksanakan kegiatan pengabdian selama 24 hari di Desa Satar Punda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mengusung fokus utama “Peningkatan Ketahanan Pangan Kelompok Masyarakat Pascabencana Gempa Bumi”, program ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. Melalui program tersebut, mahasiswa berkolaborasi secara langsung dengan masyarakat setempat untuk mendorong penguatan ketahanan pangan, khususnya melalui dukungan terhadap sektor pertanian dan perikanan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, tim mahasiswa turut menghadirkan berbagai bantuan peralatan dan sarana produksi yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok petani dan nelayan. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk menunjang aktivitas produktif, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat setempat.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi dua unit mesin penggerak perahu (long tail), 10 paket jaring, dua unit coolbox, dua unit freezer, dan satu unit vacuum sealer untuk mendukung aktivitas kelompok nelayan, terutama dalam menunjang kegiatan penangkapan, penyimpanan, dan pengolahan hasil perikanan.
Sementara itu, untuk mendukung sektor pertanian dan pengelolaan lingkungan, bantuan yang diberikan mencakup lima unit tandon air, satu unit mesin pompa air, jaringan pipa sepanjang lebih dari 90 meter, serta satu sistem irigasi tetes. Selain itu, disalurkan pula 10 unit tong komposter, 100 kilogram pupuk NPK Mutiara, bibit empat jenis sayuran, dan 10 liter EM4 sebagai sarana pendukung kegiatan pertanian dan pengolahan sampah organik.
Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengoptimalkan potensi pertanian dan perikanan yang dimiliki. Dukungan sarana penyimpanan dan pengolahan hasil tangkapan, misalnya, dapat menunjang penanganan hasil perikanan, sedangkan fasilitas pengairan, pupuk, dan bibit sayuran diharapkan mendukung kegiatan budidaya pertanian. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program selama 24 hari juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi, mengenali kondisi sosial masyarakat, serta memahami berbagai tantangan yang dihadapi kelompok masyarakat pascabencana. Pengalaman ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus mengembangkan kepedulian sosial melalui kegiatan pengabdian.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program AKSARA. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga setempat diharapkan dapat memastikan bahwa berbagai sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Kehadiran 17 mahasiswa Unmas Denpasar di Desa Satar Punda menjadi gambaran nyata bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan pengabdian, mahasiswa turut mengambil bagian dalam mendukung pemulihan masyarakat serta membangun ketahanan pangan yang lebih kuat.
Partisipasi dalam Program Mahasiswa Berdampak (AKSARA) sekaligus mempertegas komitmen Unmas Denpasar untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah wujud Kampus Berdampak, ketika ilmu pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata berjalan beriringan untuk menciptakan perubahan yang bermakna.
Integrity | Professionality | Humanity
Unmas Jaya! 💚
Sumber : Humas Unmas Denpasar