FAKULTAS PERTANIAN

PENDAHULUAN

Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar didirikan pada tahun 1980 di bawah pembinaan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar. Pada saat pendirian Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar mengasuh 2 (Dua) jurusan, yaitu : Jurusan Agronomi dan Jurusan Proteksi dengan Status Ijin Operasional. Berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 091/0/1982 tanggal 08 Maret 1982 Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar memperoleh Status Terdaftar. Kemudian dengan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0400/0/1984 tanggal 29 Agustus 1984 didirikan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian sehingga Fakultas Pertanian mengasuh 3 (Tiga) jurusan yaitu : Jurusan Agronomi, Jurusan Proteksi dan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0358/0/1986, tanggal 13 Mei 1986 terjadi perubahan nama jurusan menjadi :

  1. Jurusan Agronomi menjadi Jurusan Budidaya Pertanian
  2. Jurusan Proteksi menjadi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan
  3. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian tidak berubah

Dengan Keputusan Mendikbud RI Nomor : 063/0/1990 tanggal 23 Januari 1990 Fakultas Pertanian memperoleh Status Diakui sampai diadakannya suatu perubahan penataan program studi jenjang pendidikan program sarjana (S1) yang berstatus diakui atau telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Kopertis Wilayah VIII sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Depdikbud RI) Nomor : 199/DIKTI/Kep/1999 tanggal 30 April 1999.

Visi Fakultas Pertanian sejalan dan mengacu kepada visi universitas, yakni menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi dalam pengembangan ipteks di bidang pengelolaan pertanian yang Bermutu dan Berbudaya. Visi Fakultas Pertanian sejalan dan mengacu kepada visi universitas, yakni menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi dalam pengembangan ipteks di bidang pengelolaan pertanian yang Bermutu dan Berbudaya.

Misi Fakultas Pertanian adalah :
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi pertanian dengan kurikulum yang berorientasi kualitas global
2.Mengembangkan dan mendorong mahasiswa dan dosen melakukan penelitian ilmiah yang mampu menggali nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan tanaman dan pertanian untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian
3.Menerapkan model dan teknologi pengelolaan tanaman dan pertanian melalui pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan keberdayaan petani menghadapi tantangan perkembangan global
4.Meningkatkan tenaga edukatif dalam berbagai disiplin ilmu melalui tugas belajar baik secara institusional, autodidak dan mengikuti kegiatan ilmiah lainnya
5.Meningkatkan kompetensi lulusan sarjana pertanian dengan melaksanakan L-RAISE (Leadership, Relevansi, Academic Atmosfer, Internal Manajemen, Sustainability dan Efficiency)