Demam Pekan Ilmiah Mahasiswa
(Pimnas) di lingkungan Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar sudah
dimulai. Unmas sebagai tuan rumah Pimnas ke 23 ini juga mempersiapkan diri dengan
matang. Buktinya, 15 dari 50 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unmas
sukses memenangkan dana hibah Dikti.
Rektor Unmas Tjok. Istri Sri Ramaswati, SH.,MM., Kamis (21/1) kemarin
mengharapkan semua proposal ini bisa lolos ke final Pimnas. Bahkan Unmas masih
memiliki peluang untuk meloloskan diri di PKM AI dan PKM GT. Untuk memperlancar
penelitian bagi mahasiswa, Tjok Istri Sri Ramaswati menyediakan dana talangan
Rp. 2 juta tiap proposal. Kalau bisa semua penelitian berkualitas sehingga bisa
meraih juara di Pimnas, ujarnya.
Selain itu Tjok. Istri Sri Ramaswati juga menyiapkan bonus bagi mahasiswa
dan dosen yang penelitiannya masuk final di Pimnas 2010. Hanya ia tak
menyebutkan apa bentuk bonus tersebut. Sebab, Rektor Unmas ini ingin Unmas
sukses sebagai penyelenggara dan sekaligus sukses prestasi untuk menunjukkan
keberhasilan mencapai visi sebagai PTS unggulan.
Ia menegaskan dalam rapat dengan Dikti di Jakarta, Pimnas yang dipusatkan
di Unmas 20-24 Juli 2010 akan dibuka presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Maka
segala persiapan termasuk pemgamanan mulai dimatangkan karena selain membawa
citra Unmas juga Bali.
Pimnas akan dihadiri 3000 peserta dan undangan. Pada 12 Februari tim pusat
akan meninjau kesiapan Unmas, termasuk pendaftaran lewat online. Makanya Unmas selama Pimnas akan buka 24 jam. Kami bangga
30 persen proposal Unmas memenangkan dana hibah Dikti, ujarnya
Terhadap usulan WR III Unmas I
Made Suryawan, SH. Bahwa mahasiswa yang maju ke babak final akan dibebaskan
dari tugas akhir meniru apa yang dilakukan oleh PTN lain. Tjok. Istri Sri
Ramaswati mengatakan hal tersebut adalah usulan bagus, tetapi masih akan
dibahas dalam rapat pimpinan. Sebab, ada pakem akademi yang harus dihormati.
Made Suryawan menambahkan, tahun lalu Unmas meloloskan tiga penelitian di
Pimnas. Tahun ini dia menargetkan lima masuk final dan meraih juara. Ia mengaku
bangga karena dari 22.000 proposal yang masuk ke Dikti 4.094 yang lolos
mendapatkan dana. Di Pimnas nanti akan dipilih 350 proposal terbaik. Ini
berarti persaingan makin ketat karena harus bersaing dengan PTN lainnya.