3.000 Warga Sidemen Mendapat Pelayanan Gigi Gratis

Sebanyak 3.000 anak-anak hingga orang dewasa diberikan penyuluhan, pemeriksaan dan pelayanan gigi gratis di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali.

Kegiatan ini merupakan Bakti Sosial XXVII Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Tiga ribu orang itu terdiri dari 1.700 anak-anak sekolah dasar yang mendapatkan penyuluhan dan 1.300 warga yang mendapatkan pelayanan gigi gratis.

Penyuluhan itu tentang bagaimana sikat gigi yang baik dan benar dan makanan yang sehat dan tak sehat untuk gigi.

Kegiatan ini merupakan program kerja tahunan dari BEM FKG Unmas Denpasar, yang mana tahun ini bertemakan Senyum Sehat untuk Baliku.

Ketua Panitia, I Putu Arna Saputra, mengatakan, kegiatan ini melibatkan 103 dokter gigi, 66 mahasiswa koas dan mahasiswa semester satu dan tiga.

“Total ada 204 dari pihak Unmas. Untuk pemeriksaan gigi dilakukan oleh mahasiswa koas. Kalau tindakan, dilakukan oleh dokter. Lalu kami mengajak adik kelas untuk penyuluhan ke sekolah dan balai desa,” terang Arna saat ditemui Tribun Bali di kampusnya, Senin (1/2/2016).

Arna mengaku sudah empat bulan mempersiapkan kegiatan ini. Dimulai dari survei lokasi, perizinan desa dan mengubungi pihak yang terlibat.

Ia mewakili panitia memilih Karangasem karena berdasarkan survei, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut di Desa Sidemen itu masih kurang.

Panitia memilih delapan dari sepuluh di Kecamatan Sidemen sebagai lokasi bakti sosial. Desa yang dicari itu berdasarkan survei masyarakat dan lokasinya memang jauh dari pelayanan kesehatan.

“Kami pilih Karangasem sebagai lokasi baksos karena terakhir baksis di sana tahun 2003. Sehingga kami mau balik ke kabupaten paling timur Bali ini lagi,” kata mahasiswa FKG semester tujuh ini.

Kedatangan mereka disambut baik oleh pihak desa hingga kabupaten, sehingga masyarakat datang membeludak saat kegiatan berlangsung.

“Tim sudah melakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi di hari pertama, lalu hari kedua ada di sebuah desa, jumlah warga yang datang membeludak. Jadi tim sempat nggak ada istirahat dari pagi sampai sore,” kata Arna. (*)

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *